Selasa, 01 Mei 2018

Umroh 2018 with DAQU TRAVEL


Assalammualaikum gaes...

Alhamdulillah masih bisa menyempatkan diri untuk bisa kembali nulis disini. Alhamdulillah pada tahun ini Allah mengijabah doaku selama ini. Doa yang tertanam dari kecil dulu. Sampe sering banget ngumpulin sticker dari kaleng susu yang dulu gencar banget ngadain program undian. Dannnn udah pasti hadiahnya bisa berangkat haji atau umroh dari sticker yang nantinya diundi setelah kita kirimkan biodata lengkap kita melalui sticker kaleng susu tersebut. Ya Allah... kalau flashback saat itu aku suka netes air mata sendiri. Gimana dulu dengan polosnya setiap ngejualin di warung mama ku mintain secara cuma-cuma dari para pembeli supaya dapet stickernya dan secara bahu membahu sama pak’e untuk bagi tugas, beliau yang mengirim di kantor pos dan aku yang menuliskan biodata lengkap di stickernya dengan tulisan yang masih guede-guede banget ala anak SD.

Yaaa.... sedari dulu setiap diceritakan atau sekedar melihat prosesi haji atau umroh yang diberitakan di tv, aku selalu mengucap dalam hati, “Saat aku mendewasa nanti, aku pasti kesana!”. Entah apa yang dipikir saya kala itu, tapi setiap melihatnya saya selalu antusias dan pasti langsung berucap doa dalam hati demikian adanya. Mekah dan Ka’bah adalah dua tempat yang teramat saya ingin datangi dan saya dawamkan seperti janji dalam hati, saya harus pergi kesana. #bocahyangdoanyawisketinggian 😏 Setiap dalam nulis diary, yang kala itu sedang populer di zamannya bahwa kami pastilah tukar biodata sesama teman terdekat dalam diary, dan setiap menulis cita-cita pastilah saya tulis berangkat ke Mekah... harusnya saya fotokan ya, tapi diarynya hilang karena saat itu sedang bongkar gudang dan kebuang. Hiks 😭

Tapi balik lagi, Allah sungguh Maha menepati janji, seperti dalam firmanNya dalam Surat Al Ghafir (40:60) “...berdoalah kepadaku, niscaya Aku akan kabulkan...” Dan Masya Allah... tahun ini nyata Allah kabulkan. Setelah belajar dari kasus travel umroh sebelumnya, ada rasa dalam diri trauma. Tapi Allah lagi-lagi menguatkan niat saya dan semakin menjadikan berapi-api dalam diri saya. Allah kemudian tunjukkan jalannya. Berbekal dari nge-fans nya saya kepada al Ustadz Yusuf Mansyur saat itu akan program dakwah SEDEKAH PEMBERI BERKAH di usia SMA, saya selalu kepoin tentang pesantrennya, tentang kajiannya (dalam radio saja, karena saat usia SMA itu saya nggak berani ngebis atau pergi jauh kalau tidak ada temennya apalagi sendirian karena pastilah anak bontot dilarang pergi sendirian oleh kakak dan ibu saya). Akhirnya bekal ke-kepo-an saya, saya pun mendengar tentang travel yang langsung dibina oleh beliau. Dari situlah saya mengenal DAQU TRAVEL saat dulu kantornya masih di sekitar dekat kediaman UYM (panggilan keren Ustad Yusuf Mansur).

Saat itu pula saya dawamkan dan niatkan bahwa saya doakan benar-benar, bahwa “Saya akan berangkat umroh dengan ibu melalui DAQU TRAVEL ini!”. Qadarullah... Allah mengabulkan semuanya. Saya mulai ikuti kajian beliau di Masjid Istiqlal setiap Ahad di minggu ketiga atau akhir bulan setelah saya lulus kuliah, karena saya yakini, saya harus membiasakan diri mengimajinasi bahwa Masjid Istiqlal adalah miniatur Masjidil Haram Mekah dan Masjid Nabawi Madinah versi Indonesia. Jadi sebelum kesana, lebih baik belajar membiasakan diri dulu sebelumnya melalui Masjid Istiqlal Jakarta. Sebelumnya, pada tahun 2017 saya mendaftarkan ibu dan kakak saya melalui salah satu travel di daerah Cibubur bekal dari ajakan tetangga yang menjadi agentnya. Tapi Allah saat itu belum memperkenankan mereka kesana karena saat itu travel mengalami masalah seperti berita-berita di tv yang sedang marak terjadi (nanti akan ku ulas bagaimana kisahnya di next story ya). Ketika uang yang digunakan sudah kembali, langsung ku niatkan untuk kumasukkan SIMPROH di DAQU TRAVEL supaya niatku dalam waktu dekat tercapai. DAQU TRAVEL memiliki program khusus Simpanan Umroh (SIMPROH) bagi para calon jamaah yang ingin mulai menabung dengan niatan umroh tanpa biaya admin bulanan sama sekali. Kuniatkan membuka SIMPROH di bulan Agustus 2017 dengan niatan berangkat pada November 2018 sambil menunggu tabunganku cukup karena biasanya DAQU TRAVEL mengadakan promo umroh akbar saat miladnya di bulan tersebut dengan harga yang lebih terjangkau dengan kualitas yang plus Insya Allah. Namun, lagi-lagi Allah menunjukkan kuasa atas undangannya bagiku dan ibu. DAQU TRAVEL tahun 2018 ini mengadakan umroh akbar pertama kali pada bulan Maret dengan harga yang terjangkau namun kualitas tak kalah dari umroh plus yang biasa disediakan oleh DAQU TRAVEL.

Kubulatkan tekad dengan bekal Bismillahirrahmannirrahiim... aku siap mendaftar tepat seminggu setelah pengumaman bahwa promo umroh akbar bulan Maret 2018 dibuka. Kebetulan alamat kantor DAQU TRAVEL cuma 5 menit dari rumah dan berkas milik ibu yang masih lengkap pasca daftaran umroh tak tanggung jawab tahun lalu. Alhamdulillah... Allah mudahkan semua prosesnya dari saat mulai pendaftaran hingga perjalanan umrohnya disana.

DAQU TRAVEL mengadakan manasik sehari sebelum keberangkatan dihotel dekat bandara biasanya. Di DAQU TRAVEL biaya umroh dan handling terpisah loh gaes. Tapi Insya Allah, sesuai dengan hasil yang di terima nantinya. Biaya handling dan perlengkapan biasanya sendiri karena isinya meliputi banyak hal :
Mukena, Bergo, Kain Batik, Sertifikat
Buku Saku dan Panduan
Koper Bagasi 24inch


  1. Kain ihram (laki-laki),
  2. Mukena ihram (perempuan)
  3. Koper bagasi (ini ukurannya 24 inch kalau gak salah karena capacitynya gede banget. Banyak selipan-selipannya. Kayaknya travelnya tau kalau jamaah Indonesia pasti selipannya banyak pas pulang nanti jadi udah di prepare duluan. Hehehe)
  4. Sling bag (yang muat banyak juga, mukena dan kawan-kawannya muat masuk tas ini)
  5. Buku doa saku
  6. Buku pedoman manasik (didalamnya nanti ada pemberitahuan sejarah, tempat-tempat yang sekiranya penting di Mekah dan Madinah, itinerary perjalanan, dan yang paling penting disediakan info juga bagaimana ngaktifin paket internet selama umroh bagi berbagai provider mobile phone -> ini cakep)
  7. Kain batik 2,5-3m
  8. Bergo lambang DAQU TRAVEL
  9. Syal 
  10. Id card keren dan lengkap (ini bermanfaat banget loh gaes, di id card DAQU TRAVEL semuanya jelas, dari mulai nama ustad pembimbing, muthawwif di Mekah, nama hotel selama di Mekah-Madinah, nomer kloter rombongannya pun juga ada. Ini membantu bagi para lansia yang sering banget dengan kuasa Allah mereka nyasar kebingungan, nah ini manfaatnya. Karena pada beberapa travel lain, info di id card sering gak lengkap jadi kadang kasian sama jamaah yang lansia kalau bingung ditanya info kalau-kalau mereka nyasar -> aku mengalaminya dihadapkan pada jemaah lansia yang nyasar, terus gak bisa diajak komunikasi pake bahasa Indonesia sedangkan beliau cuma bisa ngomong sunda ajahhh... duh Gusti sepurane nggih mbah kulo boten ngerti ucapane panjenengan).

ID CARD
 


Adapun pembimbingnya, DAQU TRAVEL Insya Allah menyediakan pembimbing yang amat sangat potensial di bidangnya. Para ustad-ustad yang kece baik dari usia (usia ini penting loh gaes, kalo misal ustadnya juga udah sepuh, lah terus gimanakalau misal mesti lari-lari ngejar para jamaah yang misal kesasar atau dengan izin Allah tersesat di halaman masjid sebelah mana gitu karena biasanya ada aja pengalaman yang kayak gini), pengalaman, pengetahuan bahkan hafalan Qur’annya, Masyaaaa Allah Tabarakallah (kalau kata Najwa putri ibu Dewi di London). Selain pembimbing selama dari manasik sampai kembali ke Indonesia adalah ustad-ustad yang potensial di bidangnya, nantinya kita juga tetap dapat muthawwif yang gak kalah potensial juga selama di Mekah dan Madinah. Jadi para jamaah yang kadang ribet atau sudah sepuh Insya Allah bakal terdamping dengan aman dan nyaman. Selain itu, kita sebagai jamaah juga dibekali oleh wireless yang dipakai selama ibadah umroh utama. Jadi doa yang diucapkan oleh ustad pembimbing, Insya Allah akan sampai kepada kita para jamaah meski jaraknya cukup berjauhan. Dan tak kalah penting lagi selain kemudahan fasilitas yang diberikan, DAQU TRAVEL juga akan:
  1. Membagikan air zam-zam sebanyak 5 liter bagi setiap jamaah (yang akan ditukarkan dengan wireless saat tiba kembali di bandara Soetta saat pulangnya)
  2.  Sertifikat tanda kenangan sudah umroh melalui DAQU TRAVEL, dan
  3. CD kenangan album selama jamaah umroh di Mekah dan Madinah (isinya rangkuman video dan foto yang sudah jamaah share dalam grup whatsapp selama ber-umroh disana -> dibagikan berbarengan saat penyerahan air zam-zam juga).

Adapun alamat kantor pusat DAQU TRAVEL ada di:
Jalan HOS Cokroaminoto Kantor Bisnis CBD Ciledug Blok A5 No. 21 Kota Tangerang
15157 – Telp. (021) 7345 1933
Instagram : daqutravel

Kalian juga bisa cek izin PPIU DAQU TRAVEL melalui web kemenag resmi di UMRAH CERDAS yang bisa di unduh secara gratis melalui appstore atau playstore kalian. Jadi kalian bisa tahu kinerja travel umroh itu resmi atau tidaknya.

Air mata sungguh benar-benar tak berhenti menetes selama perjalanan menuju hotel tempat manasik diadakan. Rindu bertemu Ka’bah dan mengunjungi Raudhah sudah menari-nari didepan mata.

... Allah sungguh-sungguh mendengar doa hambaNya tanpa tertinggal 1 detik pun. Mau doamu kau lantunkan saat dulu, hari ini, esok atau yang akan datang, Allah pasti mendengarnya. Perkara kapan di ijabahNya, itu rahasiaNya biarlah menjadi kenangan dalam hati dan jiwabahwa Allah benar-benar pasti Maha Baik pengabul doa...

Minggu, 04 Februari 2018

Penambahan Nama Paspor UMROH

Assalammualaikum bloggers...

Kali ini aku mambagikan sebuah informasi berkaitan dengan Pengurusan Penambahan Nama dalam Paspor. Adapun penambahan nama dalam paspor dilakukan untuk bisa berpergian ke Tanah Suci dalam rangka ibadah Haji atau Umroh. Penambahan nama hanya dilakukan bagi para jamaah calon Haji dan Umroh yang hanya memiliki 2 suku kata dalam namanya. Misalnya nama Fatimah Azzahra (nama ini hanya terdiri dari 2 suku kata saja), maka nama tersebut perlu ditambahkan menjadi 3 suku kata. Nama yang bisa ditambahkan dalam nama belakang bagi para pemilik 2 suku kata dalam namanya, bisa menggunakan Nama Ayah kandung atau Nama Kakek Kandung (FYI blogers, kakek yang dimaksud disini adalah nama ayah kandung dari ayah kandung sang pemilik nama tersebut).

“Kenapa sih mesti 3 suku kata namanya?” Mungkin itu pertanyaan kalian. Sebenernya penambahan nama menjadi 3 suku kata dalam nama jamaah dilakukan untuk lebih memudahkan proses pengecekan. Karena dalam dunia, yang namanya mirip kita itu ada banyak banget. Makanya untuk memudahkan pengkategorian nama kita supaya lebih mudah mencari atau mengecek kalau sampai ada kenapa-kenapa disana, jadi lebih mudah karena peluang nama yang mirip banget sama nama kita semakin mengecil. Jadi lebih aman untuk jamaah juga untuk negara kita kalau-kalau ada klaim apa-apa saat proses ibadah haji dan umroh kita di Negara Arab Saudi disana.

Balik lagi ke suku nama, dari contoh yang ada di atas, nama Fatimah Azzahra masih 2 suku kata, maka nanti dalam penambahan paspor di tambahkan nama ayah kandung Fatimah tersebut. Misal ayah kandung Fatimah bernama Muhammad, maka nanti dalam penambahan paspor, nama Fatimah menjadi Fatimah Azzahra Muhammad. Penambahan nama ini bisa dilakukan bagi blogers yang sudah memiliki paspor sebelumnya tapi nama blogers masih 2 suku kata. Dan penambahan dalam paspor yang sudah kita miliki ini GRATISSSS alias gak ada biaya sama sekali (kalo kalian ngurusnya sendiri).

Tapi bagi para blogers yang belum memiliki paspor dan ingin membuat paspor dengan tujuan pertama blogers ke luar negeri adalah untuk ibadah Haji dan Umroh, maka blogers bisa sekalian membuat paspor dengan 3 suku kata nama kalian langsung.
Oke, berikut ini informasi untuk membuat penambahan nama menjadi 3 suku kata dalam paspor bagi blogers yang sudah memiliki paspor sebelumnya.

1.      Surat Rekomendasi dari pihak Travel Haji dan Umroh yang ditujukan untuk KANIM
Blogers yang sudah mendaftar dalam travel agen perjalanan Haji atau Umroh, boleh meminta Surat Rekomendasi untuk Kantor Imigrasi tempat melakukan penambahan nama blogers (berdasarkan pengalaman, saya membuatnya di Kantor Imigrasi yang sama dengan pertama kali saya membuat Paspor dulu)

->Untuk jaga-jaga, karena peraturan terbaru sekarang setelah maraknya kasus Travel Haji dan Umroh apalagi sejak kasus F*RST TRAVEL awal tahun 2017, KEMENAG dan KEIMIGRASIAN bersepakat bahwa dalam pengurusan baik penambahan nama maupun pembuatan paspor terbaru yang ditujukan untuk ibadah Haji dan Umroh maka, diperlukan Surat Rekomendasi dari pihak tour dan Travel penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh yang ditujukan untuk KANIM dan juga Surat Rekomendasi yang ditujukan untuk KEMENAG agar nantinya blogers bisa mendapat Surat Rekomendasi dari KEMENAG yang nantinya ditujukan ke KANIM tempat pembuatan paspor.
->Ada beberapa KANIM yang tidak menanyakan Surat Rekomendasi KEMENAG, tapi untuk berjaga-jaganya,lebih baik blogers mempersiapkannya terlebih dahulu sebelum ke KANIM yang blogers tuju. Daripada nanti pulang sia-sia dan tanpa hasil, lebih baik “Sedia suratnya lebih dulu sebelum ditolak petugasnya karena kurangnya surat yang dimaksud”

surat rekomendasi dari travel untuk KANIM



2.      Surat Rekomendasi dari KEMENAG terdekat sesuai domisili KTP blogers
Pembuatan surat rekomendasi KEMENAG ini gak sampai 30 menit langsung jadi dan tanpa antri GRATISSSS pula. Untuk membuat surat rekomendasi ini, blogers perlu memberikan Surat Rekomendasi Travel Haji dan Umroh yang ditujukan untuk KEMENAG (untuk lebih aman, tujuan KEMENAG nya tidak perlu dituliskan untuk KEMENAG mananya, supaya kalau KEMENAGnya ternyata berbeda dengan domisili di KTP kita, blogers gak perlu repot pergi KEMENAG lainnya)
surat rekomendasi travel untuk KEMENAG

->
Saat itu aku mengurusnya di KEMENAG Tangerang Selatan  (alamatnya ada di kop surat pada foto ya) padahal KTP domisiliku Kota Tangerang tapi travel ku membuatkannya untuk KEMENAG aja tanpa embel-embel KEMENAG mananya jadi bisa dibuat di KEMENAG TangSel deh karena lokasinya Cuma 10 menit dari KANIM pembuatan pasporku (travel yang kupakai nanti Insya Allah Daqu Travel – PT. Al Amin Mulia Lestari)

3. FC Paspor yang lama dan paspor aslinya (karena aku sudah memiliki paspor sebelumnya, maka aku harus melampirkan FC paspor sebelumnya)

4.    FC Kartu Keluarga

5.   FC Akte Kelahiran 1 lembar (bisa digantikan dengan FC Ijazah atau SIM atau buku nikah, pokoknya yang di dokumen tersebut namanya sudah benar dengan nama kita di KTP)

6.      FC KTP

7.      Dokumen Surat yang kita minta dari CS KANIM saat akan memproses penambahan pada paspor yang terdiri atas biodata lengkap pemilik paspor dan surat pernyataan penambahan nama paspor yang dibubuhi tanda tangan diatas materai (ini harus diisi dengan menggunakan TINTA HITAM, ini HARUS enggak boleh enggak)

8.     Materai 6000 (sebaiknya dibawa dari rumah, karena saat ini semua KANIM menerapkan NO PUNGLI dalam setiap pelayanannya. Maka pelayanan FC dan juga materai yang dulu pernah di sediakan dan dikelola oleh para OB setiap KANIMnya ditiadakan demi memegang teguh semboyan NO PUNGLI tersebut)

9.    Bawa diri dan siapkan mental kalau-kalau CS atau SATPAM atau malah petugas KANIM bagian dokumennya lagi JELEK MOOD nya, bisa-bisa blogers kena muka masamnya mereka.

10.  Baca bismillah saat masuk KANIMnya supaya dipermudah pengurusannya

Itulah dokumen syarat-syarat yang mesti dibawa saat melakukan penambahan nama. Dan paspor blogers sudah bisa diambil 3 hari (di hari kerja) sejak persyaratan blogers saat mengurusnya di KANIM lengkap dan mendapat Surat Bukti Pengambilan Paspor pada jam 13.00 WIB-15.00 WIB (kalau lebih dari 3 hari, blogers bisa mengambil paspornya bebas dari mulai pukul 8.00 WIB sampai 13.00 WIB dengan membawa bukti Surat Pengambilan Paspor). Pengambilan paspor harus diambil secara langsung oleh si pemilik. Jika ingin diwakilkan, maka pemiliki harus membuat suara kuasa di atas materai kepada yang mengambil.
 NB: Mulai Agustus 2017, pembuatan dan perpanjangan paspor harus dilakukan secara online dengan mendaftar via Whatsapp untuk mendapat nomor antrian layanan. Sesudah mendaftar dan mendapat nomor antrian layanan, blogers WAJIB DATANG pada JADWAL yang sudah ditetapkan. Adapun syarat pembuatan paspor baru, kurang lebih sama dengan syarat dokumen yang disebut diatas tanpa menggunakan Surat Rekomendasi KEMENAG ataupun Surat Rekomendasi Travel jika blogers ingin buat paspor untuk berlibur atau mengadakan perjalanan ke luar negeri yang buka ibadah Haji ataupun Umroh.

😊😊😊


Vaksin Meningitis Februari 2018

Assalammualaikum blogers...

Kali ini tema yang dituliskan berkaitan dengan SUNTIK MENINGITIS atau persiapan untuk mendapatkan BUKU KUNING, yang merupakan salah satu dokumen syarat wajib untuk keberangkatan HAJI dan UMROH.

“Kenapa sih mesti SUNTIK MENINGITIS?”

è   Suntik Meningitis diberikan kepada para calon jemaah HAJI atau UMROH atau para WNI yang ingin berpergian ke Negara Arab atau wilayah Timur Tengah. Hal ini dikarenakan sebagai upaya antisipasi agar para WNI yang ingin berpergian ke Negara Arab atau wilayah Timur Tengah dari Virus Meningitis. Perbedaan suhu yang signifikan antara wilayah Benua Asia Tenggara yakni negara Indonesia dengan Benua Arab menjadi salah satu penyebab cepatnya penyakit dari virus ini menyebar. Sehingga untuk antisipasi bagi para calon jemaah Haji dan Umroh juga para WNI yang hendak berpergian ke daerah atau Negara tersebut, harus wajib untuk vaksinnya  supaya sehat wal ‘afiat saat tiba di negara tujuan dan kembalinya ke Indonesia

Vaksin Meningitisini bisa blogers dapatkan di Unit Pelayanan Kesehatan dan Keselamatan Pelabuhan terdekat di kota tempat tinggal blogers semua. Sebelum tahun 2016, beberapa Rumah Sakit milik pemerintah juga menyediakan layanan ini, seperti aku misalnya yang tinggal di Jakarta, salah satu Rumah Sakit penyedia layanan ini adalah Rumah Sakit Fatmawati. Namun, semenjak beredarnya Vaksin palsu beberapa tahun silam, penyedia layanan Vaksin ini hanya dipusatkan pada KKP di Kota yang ada di Indonesia. Blogers bisa mengecek dimana tepatnya KKP yang terdekat dengan timpat tinggal blogers yang menyediakan layanan ini. Berikut linknya http://kespel.depkes.go.id/

Pendaftaran Vaksin Meningitis ini bisa dilakukan secara online melalui website KESPEL KEMENKES pada link berikut http://kespel.depkes.go.id/. Aku berdomisili di Kota Tangerang, sehingga aku mengambil pelayanan Vaksin Meningitis di KKP Bandara Soekarno Hatta Cengkareng Tangerang
KKP Bandara Soetta
Aku memilih pelayanan secara online dengan memasukkan seluruh data yang dibutuhkan dalam FORM REGISTRASI ONLINE. Sebelumnya, di tahun awal 2017 aku mengantarkan ibu dan masku ke unit KKP Bandara Soetta yang telah ku upload dalam blog ini juga. Adapaun pelaksanaan pendaftaran ONLINE Vaksin Meningitis adalah sebagai berikut:
  1. Mengisi FORM REGISTRASI ONLINE dalam web . Adapun yang mesti blogers isi dalam FORM tersebut antara lain :
    form daftar online

a.       Nama Lengkap
b.      Tempat Tanggal Lahir   
c.       Rencana tanggal BERANGKAT UMROH
d.      Rencanan tanggal PELAYANAN VAKSIN
e.   Foto Paspor halaman depan yang nantinya akan di UPLOAD dalam FORM tersebut
f.       Alamat email
g.      Nomor HP pasien yang akan diberi VAKSIN
h.      Travel yang akan memberangkatkan Haji dan Umroh blogers (mulai dari nama, nomor izin travel hingga nomor telepon kantor travel)
i.        Mengisi kode unik yang tersedia dalam FORM

2. Sesudah mengisi data FORM tersebut, blogers akan menerima email berupa FORM PENDAFTARAN dan TANDA TERIMA PENDAFTARAN VAKSIN yang semuanya di download dan print out untuk dibawa saat ingin mendapat pelayanan Vaksin
tanda terima form daftar online vaksin

form daftar online vaksin


3 3. Mengunjungi Unit KKP sesuai dengan tanggal yang telah dipilih dalam FORM PENDAFTARAN ONLINE

4 4. Sampai di Unit KKP, blogers yang sudah mendaftar secara online HANYA perlu TANDA TANGAN sebuah FORM saat menghadap CS Unit KKP (form yang ditanda tangani hanya berisi pernyataan pasien menderita alergi atau tidak) 
CS KKP Bandara Soetta
  5. Setelah menyerahkan berkas yang berupa FORM dari Unit KKP, FORM REGISTRASI PENDAFTARAN ONLINE dan TANDA TERIMA PENDAFTARAN yang telah di print out (jangan lupa lampirkan juga FOTOCOPY dari PASPOR dan KTP ya...)

6 6. Melakukan pemeriksaan TENSI DARAH secara OTOMATIS pada mesin yang sudah disediakan (pada Unit KKP Bandara SOETTA sudah menerapkan ini dan lebih efisien sehingga mengurangi jumlah antrean malah meniadakan antrean sama sekali dengan penerapan ini. Dibanding tahun sebelumnya, hal ini sangat terlihat efisien. GOOD JOB 😉). Sayangnya, petugas yang mengarahkan saat penggunaan alat ini tidak ada, saya khawatir untuk para pasien yang berusia lanjut atau bahkan sudah sepuh gaptek akan penggunaan alat serba otomatis mereka bingung menggunakannya. Sebaiknya disediakan petugas yang khusus stand by di dekat alat ini. Karena kalau salah-salah menaruh tangan atau kebingungan pemakaian alat otomatis, hasil tensi darah tidak akurat (ini kejadian padaku loh... karena salah meletakkan tangan di dalam mesin, tensi darahku 150/30 padahal biasanya 100/60. Setelah dicek ulang dengan posisi tangan yang sesuai gambar di samping alat tensi otomatis, baru deh bener tensinya).
alat tensimeter otomatis
     7. Memberi hasil PRINT TENSIMETER otomatis kembali pada CS dengan penukaran berkas
8  
    8. Membayar pada KASIR secara CASH sebesar RP. 305.000,- (lebih baik siapkan uang cash aja ya blogers. Tapi kalau mau mengambil ke ATM juga bisa, ATM di KKP Bandara SOETTA ini ada di luar tepatnya di samping KKP)
kasir KKP Bandara Soetta
    9. Menuju loket 3 dan langsung di Vaksin (karena aku menggunakan daftar online, aku tidak perlu mengantre lagi saat pemberian berkas dan langsung di Vaksin
ruang vaksin loket 3




    10.  Mendapat Vaksin di tangan kiri pasien kemudian menunggu kartu kuning keluar (gak sampe 5 menit)
mendapat buku kuning

     11.  Selesai

Alhamdulillah... pelayanan Vaksin Meningitis kali berjalan lebih lancar dan tanpa antre. Setelah saya tanyakan kepada petugas terkait yang ada disana, banyak perubahan dan pembaruan sehingga membuat pelayanan lebih berjalan dengan lancar dan menghambat antrean. Jadi para pasien yang akan mendapatkan layanan ini sangat terbantu karena tidak perlu antre dan pelayanan tidak sampai 30 menit. Padahal pada tahun sebelumnya tepatnya 2017, antreannya bisa 4-5 jam per pasien untuk mendapat pelayanan vaksin ini hingga selesai, meski sudah menggunakan sistem daftar online, antreannya tetap saja bisa mencapai 3-4 jam.

Trauma dengan pengalaman tahun lalu, akupun membawa bekal makanan dan minuman lumayan banyak karena saat berangkat dan tiba masih pagi jam 8.15 WIB pagi. Ternyata pelayanan vaksin tidak sampai 30 menit sehingga aku masih bisa shalat dhuha dan memakan bekal kami dulu. Sekitar jam 09.20 WIB pagi baru kembali ke rumah. 
masjid di unit KKP Bandara Sotta

Alhamdulillah lancar semua. Semoga kelak Allah lancarkan juga perjalanan kami disana. 

Aamiin....

Semoga bermanfaat ya blogers....

Wassalammualaikum....

Kamis, 18 Mei 2017

My first Cosmetics Fivot

Assalammu’alaikum gaes... 😊

Udah lama kayaknya gak corat coret di blog. Oke dalam beberapa kesempatan nanti aku akan coba me-review tentang apa aja produk kecantikan yang pernah kupakai selama ini. Maklum, semenjak berkarier dan merasakan nikmat Allah untuk mencicipi hasil gaji, aku pernah beberapa kali atau lebih tepatnya nyoba-nyoba produk kecantikan selama 2 tahun belakangan ini. Kodrat wanita lah ya, pengen banget tampil “CANTIK” dan “KINCLONG” aka “GLOWING_2” gitu kek artis-artis di tipi. Padahal mah klo kalian mau tau, ”cantik itu gak mesti wajah kok, hati juga gak kalah penting” #sok bijak 😝 Oke ku mulai review pertamanya ya gaes semoga berkenan.

Sebelumnya aku belum pernah pake obat apa-apa nih gaes. Aku Cuma biasa pake produk PONDS dari mulai facial wash sampe pelembab nya. Produk ini bertahan selama aku kuliah, ya.... kurang lebih sekitar 4 tahunan lah setia nemenin plus nempel di wajahku dalam setiap kesempatan kapanpun. Produk ini termasuk aman dan sama sekali gak berbahaya loh gaes. Aman dan gak berbahaya ke wajah kita dan yang paling penting lagi ke kantung mahasiswa. Wkwkwk... 😜 u know lah gaes, klo mahasiswa kek apa budget jajannya. Harus irit mepet-mepet pelit lah. Hahaha 😁 😃

Setelah memasuki masa skripsi, dan semakin glow-ing nih muka (glow-ing nya kategori dark loh gaes) aku mulai lah cari-cari reference ke temen-temen yang uda mulai keceh sejak awal #telattttt...😁 untuk nanya-nanya produk kosmetik mereka selama ini apa. Karena saat skripsian, kulit wajah suram sekali gaes. Suram karena ruwet mikirin penelitian, ruwet ngerjain arahan dosen yang kadang ku suka gak ngerti maksudnya (ndablek banget yaaa 🙈), dan suram karena paparan sinar UV yang membuat aku mau gak mau mesti keluar tengah hari bolong saat matahari lagi senyum terik-teriknya. Yapz... itu semua kulakukan demi memenuhi kebutuhan mahasiswa saat skripsi yang entah mengapa lebih besar pasak daripada tiang-klo istilahnya sih mah dan demi janji kepada dospemb tercinta agar lekas menjadi alumni segera.

Yaaaa... ternyata PONDS sudah lelah di wajahku nih gaes. Dia gak bisa menangkal kejamnya sang surya yang murah senyum sangat saat tengah hari bolong. And I make a conclu that i need another cosmetics supaya bisa mengatasi suram di wajahku ini gaes. Lalu gak lama berselang dengan berbekal facial wash dan cream pelembab yang sama yakni PONDS, kutambahkan lah penggunaan night cream darisebuah klinik kecantikan di daerah Kab. Tangerang. Entahlah dapat ilham apa aku sampai harus bela-belain kesana buat beli creamnya. Night creamnya racikan dari dokter klinik kecantikan tersebut (klo gak salah namanya dr. E. Maskun). Cream ini diberi kode CB-2 cream oleh kliniknya. Oya kliniknya namanya FIVOT lokasinya deket deket-deket gading serpong yang mau ke arah Karawaci (dokumentasi kliniknya hilang gaes karena hape yang dulu ilang juga 😢


ini loh creamnya. itu bekas 2 tahun lalu jadi wajar klo packednya jelek

Klinik FIVOT ini bagus banget gaes, creamnya jugak. Bikin muka lebih bersih, ngilangin acne dan yang paling penting, dese ampuh banget klo ditotolin ke active acne kita. 2 hari kemudian acne ang kita kasiin cream tsb pasti minggat gaes. I’m so happy to consume that night cream gaes!!! 😍 Oiya, pasti kalian ada yang bertanya-tanya kenapa pulak ku harus kesana, dapet darimana recomend nya dan ngapain mesti disana. 

Yapz... klinik ini ada juga cabangnya gaes tepatnya di Kota Bumi Tangerang. Aku kenal klinik ini dari recomend tetanggaku yang juga pake ini sebelumnya. Pengen kek dia glowing-2 gimana gitu wajahnya, ku tanyalah ke dia apa secretnya and i found that clinic at Kab. Tangerang. Kenapa pula ku pilih yang disana, karena akses ku mengajar private saat itu searah kesana jadi gak kerja dua kali buat tiap beli creamnya. Sebenarnya sih, kalian mesti konsul dulu sama dokternya, Cuma karena tipe kulit wajahku sama dengan tetanggaku maka akupun tinggal pesan cream yang sama yang dipake tetanggaku itu. 

FYI : kalau first cost biasanya kalian bakal disuruh konsul sama dokternya dulu, biaya konsul gratis dan kalian akan diminta data pribadi sbg database mereka. Jadi tiap kalian mau nebus creamnya kalian wajib and mesti ditanya atas nama pasien siapa baru bakal dapet creamnya. Berhubung dulu tetangga ku pake data ku saat beli cream disana dengan jumlah banyak karena dese mau buat stock selama dines ke luar kota, jadinya pas aku beli dan nebus disana namaku udah ada dalam database pasien kliniknya.

Night creamnya di banderol sekitar 80k pas tahun 2013. Namun seiring dengan berjalannya waktu, creamnya tersebut naik jadi 95k/kotaknya pas tahun 2014. Aku make cream ini sekitar 1 tahunan gaes. Dan saat itu kulitku bersih tapi gak glowing loh, Cuma bersih aja dari acne-2 yang bandel. Ku stop cream ini di tahun 2015 karena gak sanggup pergi jauh-jauh banget Cuma buat nebus cream nya doang karena area privateku jd pindah ke Bintaro dan cukup mager buat kesana belinya. 45 menit sekali jalan naik motor dengan kecepatan sedang, cukup mayan nyita waktu n tenaganya kan gaes??? Dan di tahun 2015 ku niatkan diri mencari produk kecantikan yang baru yang bisa terjangkau oleh rumahku.

Daaannn.... ku pilih lah ERHA sebagai the next beauty product untukku....


*****BERSAMBUNG*****

Rabu, 22 Februari 2017

Dahsyatnya Shalat Dhuha

Rabu, 4 Januari 2017

Hari itu aku mengantar Mama dan Mamas untuk melakukan Vaksin Meningitis ke KKP Soekarno Hatta, Cengkareng (Kantor Kesehatan Pelabuhan). Kami cukup mengikuti petunjuk arah jalan saat memasuki area Bandara Soetta yang menunjuk ke arah “Lounge Umroh” untuk bisa sampai di lokasi yang kami ingin tuju. Saat itu aku mendaftar via online sehingga antrean untuk memulai vaksin untuk peserta online baru dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Kami tiba disana pukul 08.30 WIB sehingga masih ada waktu 1,5 jam lagi untuk kami memulai vaksin. Kami pun memutuskan untuk menunggu dan menghabiskan 1,5 jam tersebut di area Masjid yang terletak di sebelah KKP. Masjidnya bersih, besar, nyaman,rapi, dan juga wangi. Kupandangi seluruh area Masjid, mungkin nanti seperti itulah keindahan Masjidil Haram saat nantinya Allah memanggilku dan memperkenanku mendatangi rumahNya di Mekkah saat Umroh nantinya. Ya.... mungkin sebentar lagi hal itu akan dirasa Mama dan Mamas bulan depan, lain halnya denganku yang masih belum tahu kapan kesananya. “Ah... semoga segera juga dan tak perlu menunggu lama ya! Aamiin ya Rabbal ‘alamiin,” gumamku dalam hati.

Mendekati pukul 10.00 WIB, tepatnya pukul 09.50 WIB pun kami berpindah menunggu antrean untuk kami ke KKP Bandara Soetta. Saat menunggu di ruang antre, tetiba di sebelah Mama datang ibu bertanya sambil terengah-engah dan duduk di bangku sebelah Mama bertanya,

“Permisi bu, apa ibu tahu kantin kalau untuk beli roti disini dimana ya bu? Saya melihat ada beberapa orang disana beli roti, tapi saya tidak tahu belinya dan saat mau menanyakan orang tersebut saya tidak enak?”, Ibu itu bertanya sambil mengelap peluhnya.

“Mohon maaf bu, saya sendiri juga tidak tahu bu letak kantinnya dimana. Saya juga baru pertama kali kesini. Adek tahu?”, Mama pun menjawab sambil bertanya juga padaku.

“Aku juga nggak tahu Mah,” jawabku singkat.

Seketika Mama pun mengeluarkan bekal lontong kami yang masih tersisa saat berada di Masjid tadi dan menyodorkan pada Ibu tersebut seraya berkata,

“Ini bu, saya punya beberapa lontong, untuk Ibu saja silahkan. Kebetulan kami sudah kenyang makan ini sebagai bekal. Hitung-hitung buat ganjal perut meski tidak seberapa kenyang,” Mama menawarkan.

“Wah... Apa tidak merepotkan Bu? Tidak apa jika saya ambil lontongnya untuk saya makan? 

Kebetulan perut saya perih benar Bu. Saya tadi ke RS Fatmawati, katanya disana bisa vaksin tapi pas sampai sana tidak bisa. Terus saya ke Klinik daerah Bintaro, katanya disana juga bisa tapi saat sampai disana ternyata tidak bisa juga. Terus saya langsung menuju kemari untuk vaksin, padahal saya berangkat dari rumah ba’da subuh dan mbelum sarapan sama sekali tapi sudah harus kesana kemari,” begitu penjelasan Ibu tersebut.

“Iya bu, monggo saja. Kebetulan saya bawa banyak untuk bekal. Tinggal sisa segini, karena yang lainnya saya tinggal di mobil soalnya berat kalau dibawa semuanya,” kata Mama sambil menyodorkan kantung plastik berisi lontong.

“Terima kasih ya bu, alhamdulillah. Semoga Ibu dimudahkan urusannyadi dunia dan akhirat. Aamiin!”, ucapnya sambil berterimakasih.

“Aamiin ya Rabbal ‘alamiin,” jawab Mama.

***
Pelajaran dari percakapan tersebut:

Sebelum berangkat Mama mampir dulu di tukang lontong dan nasi uduk dekat rumah, beliau bilang ingin mampir untuk membeli lontong dan makanan untuk bekal disana. Jumlah makanan yang dibelinya cukup banyak. Ketika kutanya untuk apa beli banyak-banyak, lalu beliau menjelaskan beli banyak bukan hanya untuk kita, siapa tahu nanti bisa dibagi dengan pengunjung lain disana yang butuh.

Berbagi disini dimanapun tempatnya supaya Allah nantinya juga membagi apa yang Dia punya untuk kita, mungkin saja tidak Allah bagi disini langsung sebagai balasannya. Tapi entah kapan nanti, pasti Allah akan membalasnya jika kita ikhlas memberi. Kalaupun tidak kau rasakan saat ini, mungkin nanti kamu sebagai anak Mama ataupun cucu Mama ataupun keturunan Mama entah yang mana, Insya Allah akan mendapatkan manfaat dari niat berbagi ini.

Seketika ku diam seribu bahasa. Saat itu kupelajari bahwa rezeki itu lebih indah dan berkah jika kita ikhlas berbagi. Karena dalam firman Allah di Surat Hud ayat 6, bahwa Allah sudah menjamin rezeki setiap hambaNya. Jadi tak perlu ragu kalau-kalau kau kekurangan jika hanya berbagi makanan yang tak seberapa harganya. Bisa jadi pemberianmu itu adalah cara dari Allah memberikan rezeki dan mencukupkan rezeki atas umatNya yang lain tapi melalui kamu sebagai perantaraNya. Dalam firmanNya di Surat Ibrahim ayat 7, Allah menginginkan kita untuk bersyukur atas semua nikmat dan rezeki yang telah di anugerahkanNya pada kita, maka nantiNya Allah akan menambah lagi dari hasil rasa syukur akan rezeki kita. Maka berbagilah, karena dengan berbagi yang tak seberapa bisa jadi merupakan suatu jalan untuk membuka rezeki kita dari pintu lainnya.

***

Belum selesai kegiatan vaksin disana, setelah kejadian dengan Ibu tadi, aku pun belajar kehidupan secara langsung dari dia sang Mama sebagai guruku sendiri kala itu. Tetiba Ibu di sebelahku pun menanyakan nomor antrian kepada Mama. Dan akupun menjawab bahwa Mama dan Mamas ku menggunakan pendaftaran online sehingga tidak perlu menggunakan nomor antrian seperti pendaftar manual yang datang pagi. Si Ibu di sebelahku bertanya, apakah aku akan vaksin juga atau tidak. Kujelaskan bahwa aku kesana hanya mengantar Mamas dan Mama ku untuk vaksin karena aku yang mendaftarkan via online untuk mereka berdua. Karena yang akan berangkat umroh hanya mereka berdua, aku tidak. Ibu tadi pun mendoakan kelak aku bisa segera dipanggilNya untuk pergi umroh kesana, lalu ku aamiinkan dengan segenap hati. Kemudian tak lama beliau pun bercerita bahwa dirinya akan berangkat umroh 9 Februari 2017. Beliau mengisahkan tentang:

Kepergian umrohnya di sponsori sepenuhnya langsung oleh teman SMA nya. Teman SMA nya mendapatkan rezeki untuk berangkat umroh dari suami yang telah memenangkan tender proyek kerjanya lalu mengajak ia dan teman satu teman SMA lainnya. Masya Allah... sungguh nikmat Allah yang luar biasa katanya. Tak pernah sedikit pun dalam benaknya akan berangkat kesana memenuhi panggilanNya tanpa biaya sama sekali, apalagi kini beliau sudah tak lagi bersuami karena suaminya sudah lebih dulu menghadap Illahi jalan 3 tahun ini. Ibu tadi bercerita, bahwa mungkin ini jawaban Allah atas Shalat Dhuha nya yang rutin beliau lakukan karena dalam Dhuhanya beliau berdoa:

“Ya Allah... Panggilah aku untuk bisa berkunjung ke makam kekasihMu, Rasulullah SAW dengan caraMu ya Rabb!”

Tak pernah absen berdoa sesudah Dhuhanya, mungkin inilah jawabannya. Tak pernah beliau putus asa atas doa dalam Dhuhanya. Berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun beliau tak pernah absen atas Dhuhanya. Malah, makin kesini makin beliau rapatkan Dhuhanya, beliau tambahkan lagi rakaatnya, dari 2 menjadi 4, menjadi 6 lalu stabil dalam rakaat 8 yang tak pernah absen dilakukan. Ya... Allah menjawabnya sekarang. Tak sedikitpun biaya beliau keluarkan dalam kepengurusan keberangkatan umrohnya ini. Kemudahan membuat paspor, kemudahan membuat buku kuning (kegiatan vaksin akan mendapatkan buku kuning sesudahnya sebagai syarat keberangkatan menuju tanah suci), dan kesehatan juga kemudahan tanpa halangan rintangan yang berarti untuk mengurus segala sesuatu demi bisa menginjakkan tanah suci dan menjawab panggilan berkunjung ke makam Nabi Muhammad SAW.

Lalu beliau berpesan,

“Dhuha aja dek, biar Allah cepatkan kamu ikutan berkunjung kesana seperti ku dan seperti Mama juga Mamasmu. Insya Allah, Allah dengar, dan Insya Allah akan Allah jawab cepat. Asal kita berdoa dengan yakin, Insya Allah gak pernah Allah tunda-tunda lagi,” sarannya sangat berapi-api

“Aamiin ya Allah... Doakan istiqamah ya bu. Biar nular kayak Ibu,” jawabku tanpa terasa menetes air mataku mendengarkan ceritanya.

***

Pelajaran lagi hari ini, rezeki tak selalu melulu materi. Meskipun sudah Allah tetapkan setiap hambaNya akan suatu rezeki yang pasti, tapi dengan sunnah disamping menjalankan yang sudah kewajibannya, itulah cara membuka pintu rezeki dari tempat lainnya. Panggilan ke tanah suci, sejauh apapun materi kalau Allah belum memanggil, maka belum lah bisa kau mengunjunginya. Lain halnya, jika Allah sudah berkenan, maka tanpa secuil materi pun kita bisa menginjakkan kaki kita disana dengan cara yang bahkan tak bisa ternalar oleh pemikiran kita.
Memang... rezeki itu pasti, tapi untuk membuka rezeki lainnya, kita bisa mengusahakannya melalui ketukan pintu doa dari serentetan sunnahNya.


Mungkin tak langsung dijawabNya, tapi percayalah, di balik rentetan sunnah bahkan doa di dalamnya, akan Allah jawab pastinya. Mungkin jawabannya bukanlah hajat yang selama ini kita panjatkan, tetapi jawabannya adalah kemudahan yang selama ini kita rasakan. Mungkin itulah jawaban yang paling tepat untuk kita berdasarkan pilihan Allah atas semua doa dan sunnah kita. Rezeki dan nikmat tak selalu melulu materi. Bisa jadi, keselamatan berkendara, kemudahan mengurus segala hal, keselamatan dalam berbagai musibah yang ada di depan mata, keluarga sehat juga tubuh kita, dan kebahagiaan atas senyum tingkah laku keponakan yang kita lakukan, itulah salah satu nikmat dan rezeki yang Allah beri.

#FYI  Aku gak ngajak ibunya foto karena udah membleh dluan nangis. Anak cengeng emang :'(

Senin, 09 Januari 2017

Rabu 4 Januari 2017,

Pagi itu aku, Mama dan dua masku berangkat menuju KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Bandara Soetta, Cengkareng - Banten. Ba’da subuh aku beserta Mama sudah bersiap untuk berangkat kesana. Tak lama setelah kami bersiap, turunlah hujan deras sampai pukul 6.30WIB. Mas ku pun men-delay keberangkatan kami sembari menunggu hujan reda karena kalau naik mobil, tetesan hujannya pasti menghalangi pandangan dirinya saat mengemudi. Lokasi KKP Bandara Soetta sendiri ada di LOUNGE UMROH, kalian cukup ikutin aja petunjuk arah ke arah sana. Letaknya ada di sebelah kiri jalan dekat masjid gede area perkantoran Bandara Soetta, kalian bisa belok kiri sesudah melewati masjid besar tersebut, tempatnya persis ada di belakang kantor pos Bandara Soetta.
KKP Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng - Banten


Oh iya, keberangkatan kami menuju KKP adalah untuk menjalankan vaksin meningitis yang dilakukan para calon peserta jamaah umroh. Insya Allah, Mama dan Mas ku akan berangkat pertengahan Bulan Februari 2017. Vaksin meningitis sendiri bertujuan untuk meningkatkan imunitas (kekebalan tubuh) bagi para peserta haji dan umroh karena cuaca juga iklim beserta suhu di Mekah dan Madinah sangatlah berbeda, maka penting diadakan vaksin bagi kita peserta jamaah umroh dan haji dari Indonesia. Setelah kegiatan vaksin sendiri, nanti peserta jamaah akan mendapatkan surat/buku kecil berwarna kuning yang akan disetorkan kepada pihak travel sebagai salah satu jenis persyaratan sebelum keberangkatan jamaah. Biasanya peserta jamaah melakukan vaksin sekitar 2-3 minggu sebelum keberangkatan para jamaah ke tanah suci. Dan mulai tahun ini, vaksin meningitis akan berlaku selama 3 tahun (FYI: biasanya Cuma 2 tahun loh). Vaksin ini hanya bisa kalian dapatkan di KKP terdekat sesuai dengan domisili kita tinggal, karena rumahku lebih dekat ke Bandara Soetta, maka kami pun menuju kesana. Berikut ini daftar KKP yang menyediakanvaksin bagi para jamaah haji dan umroh.

Sebelumnya, vaksin juga bisa kita dapatkan di beberapa rumah sakit terdekat yang bekerja sama dengan pemerintah. Namun, saat ini hanya KKP saja yang menyediakan vaksin meningitis bagi para jamaah. Sebelumnya, tepat seminggu yang lalu hari Rabu 28 Desember 2016, kami mencoba untuk memproses vaksin di RS Fatmawati, karena berdasarkan informasi yang ku searchingdi internet, di RS tersebut bisa untuk vaksin tetapi sesampainya disana, ternyata RS Fatmawati sudah tidak lagi bisa untuk vaksin haji dan umroh. Vaksin haji dan umroh hanya bisa dilakukan oleh KKP yang ada di bandara dan pelabuhan saja. Jadilah hari itu, kami pulang dengan lengang tanpa hasil. Gak apalah, biar sambil belajar dan jalan-jalan, hehehe 😃.

Hhmm... mungkin karena ada kasus vaksin palsu yang sempat geger di awal sampai pertengahan tahun lalu kali ya, jadi izin memberikan vaksin bagi para jamaah saat ini hanya dilakukan oleh KKP di sekitar Bandara ataupun Pelabuhan.

Para jamaah yang akan di vaksin di KKP sendiri jumlah dibatasi loh. Hanya sekitar 250-300 jamaah yang akan dilayani vaksin, dengan dibagi kuota sekitar 250-an jamaah yang mendaftar secara walk ini dan 50-an jamaah yang mendaftar secara online. Jam operasional KKP Bandara Soetta sendiri buka dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB. FYI nih guys, para jamaah yang mendaftar secara walk in sudah datang dari pukul 05.30 WIB loh. Mereka sengaja datang pagi demi mendapatkan nomor antrian paling cepat. Karena nomor antrian di KKP Bandara Soetta ini akan diberikan, jika peserta jamaah sudah mengisi formulir pendaftaran yang berisi data-data dan surat pernyataan persetujuan vaksin dari pihak jamaah yang saat pengembalian ke meja pendaftaran juga sudah diselipkan beberapa persyaratan umum lainnya seperti:
  1. Foto copy paspor 1 lembar
  2. Foto berwarna 4x6 1 lembar
  3. Foto copy KTP 1 lembar

Adapun persyaratan bagi para jamaah yang mendaftar online, kalian perlu menyiapkan foto paspor yang akan di attach dalam form pendaftaran online vaksin dalam web ini .

Karena aku mendaftarkan secara online bagi Mama dan Mas ku, maka saat aku tiba untuk menyerahkan berkas pesyaratan pendaftaran vaksin ke bagian loket pendaftaran, aku hanya tinggal mengisi surat pernyataan kesediaan untuk di vaksin yang di tanda tangani oleh calon jamaah penerima vaksin yakni, Mama dan Mas ku. Oh ya, di dalam surat pernyataan itu juga ada keterangan kita menderita penyakit apa juga alergi apa, loh. Kita diwajibkan mengisinya jika ada, tapi jika tidak ya dibiarkan saja (tidak usah diiisi). Pendaftar vaksin online akan mulai dipanggil di jam 10.0 WIB dan tanpa perlu menggunakan nomor antrian seperti para pendaftar walk in. Untuk pendaftar online, nanti setelah isi berkas pendaftaran di web dan meng-attach foto paspor di web, kalian nanti akan dapat email verifikasi dari kespel yang isinya:
  1. Formulir pendaftar
  2. Tanda terima ICV

Tanda Terima ICV
Form Pendaftaran Online


Yang semuanya mesti di print out saat akan mendaftar di loket pendaftaran. Oh ya, jangan lupa siapakan no SK travel beserta nomer teleponnya saat akan mengisi form pendaftaran di web. Dan jamaah yang mendaftar online untuk vaksin, WAJIB dateng pada tanggal yang kalian isikan di web. Kalau kalian tidak datang di saat waktu yang ditetapkan, kalian harus daftar ulang via online lagi.

Saat aku sampai KKP, aku menanyakan alur proses vaksin kepada bapak-bapak berkumis tinggi yang menjaga meja pendaftaran, alhamdulillah... beliau ramah dan menjelaskan proses dengan jelas. Beda banget sama costumer care di ULP BSD pas lagi ditanyain proses pembuatan paspor bagi lansia yang gak punya akte guys. Sama-sama pelayanan publik sih, tapi beda banget perilakunya, ckck 😞. And FYI again guys, semua petugas di KKP Bandara Soetta ini ramah-ramah loh, baik petugas pendaftaran, petugas pemeriksaan, petugas pembayaran, petugas vaksin, dan petugas penyerahan buku kuning.

Saat itu,aku sampai KKP pukul 08.30 WIB, untuk menunggu waktu dipanggil, kami pun melipir ke masjid besar yang ada di sebelah KKP Bandara Soetta persis karena KKP Bandara gak dilengkapi AC atau pendingin ruangan sama sekali, jadi bener-bener engap kalau mau menunggu 1,5 jam disana. Jadi ya, kita putuskan untuk menunggu disana sekalian shalat dhuha karena spare waktu tunggu yang hhmm cukup lama juga sih, hehehe.
Nah ini dia nih penampakan masjid yang adem banget and cozy banget buat nunggu dibanding KKP Bandara nya sendiri. Rumah Allah mana sih yang gak bikin adem meski pendingin ruangan gak dinyalai dan kami hanya duduk di selasar masjid, tapi ademnya... Subhanallah banget!!! Kayak pake AC 5pk (lebay), tapi emang bener sih, hehehe 💞 😍 🙌.
 


Mendekati jam 10.00 WIB kami pun kembali menunggu di ruang tunggu panggilan pemeriksaan di KKP. Ya salam... rasanya udah kayak sauna gratis guys, saking penuhnya jamaah yang antri pemanggilan pemeriksaan juga, ditambah kipas angin yang lumayan gede muter, yang cuma ada satu-satunya di sebelah pintu masuk KKP nih guys. Oh ya, berikut ini alur kegiatan vaksin:
  1. Mengisi dan mengembalikan formulir pendaftaran berikut dengan persyaratan yang sudah kusebutkan di atas tadi dan menukarnya dengan nomor antrean
  2. Masuk loket 1 atau 2 untuk melakukan pemeriksaan awal (biasanya para jamaah akan ditanya usia, punya penyakit apa, alergi apa, dan sekalian di tensi darah-untuk jamaah yang saat di tensi darahnya kedapatan HIPERTENSI, biasanya jamaah ditangguhkan dulu untuk masuk ke tahap berikutnya, yakni vaksinnya nih guys. Jamaah yang tidak punya riwayat HIPERTENSI, tapi saat di tensi tekanan darahnya tinggi akan ditangguhkan, tapi kalau punya riwayat penyakit tersebut biasanya diperbolehkan untuk vaksin. Jamaah yang ditangguhkan biasanya sih di kasih spare waktu buat istirahat dan minum obat HIPERTENSI sekitar 2-3 jam untuk dipanggil lagi melakukan pemeriksaan tensi lagi)
  3. Membayar biaya vaksin di loket pembayaran sebesar Rp. 305.000,- (loket ini cuma melayani pembayaran cash loh guys, kalau pun kalian gak punya uang cash, kalian bisa mengambil uang di ATM yang hanya satu-satunya di KKP tersebut. Itu juga ATM BRI doangan loh)
  4. Masuk loket 3 untuk mendapatkan vaksin
  5. Menunggu buku kuning terbit di loket 4

Di loket 1 atau 2, biasanya akan dipanggil sekitar 20 jamaah langsung ke dalamnya. Kemudian di loket ke 3, biasanya dipanggil sekitar 10 jamaah sekaligus dan di loket 4 biasanya dipanggil sekitar 5 jamaah lah ya paling banyak. Oh ya, untuk pendaftar online setelah jam 10.00 WIB mereka akan dipanggil dan diselipkan 3-5 jamaah saja diantara para jamaah pendaftar secara walk in.

FYI, proses Mama dan Mas ku kemarin itu dipanggil pemeriksaan di loket 2 sekitar pukul 10.20 WIB, kemudian membayar ke loket pembayaran (Cuma loket ini yang antreannya paling cepet, gak sampai 5 menit deh kalo gak salah). Kemudian dipanggil ke loket 3 pukul 11.00 WIB dan di loket 4 sekitar pukul 11.30 WIB.

KKP bandara sendiri punya jeda istirahat makan siang dari jam 11.45 WIB sampai 13.00 WIB loh guys. Pada saat jam tersebut, mereka akan istirahat untuk memproses para jamaah untuk melakukan serangkaian prosedur vaksin. Hampir ketar-ketir sih saat itu, karena pengumuman istirahat oleh petugasnya sesaat setelah nama Mama dan Mas ku dipanggil untuk mengambil buku kuning di loket 4. Bayangin aja kalo telat, mungkin kami bakalan nunggu yang CUMA TINGGAL NGAMBIL BUKU KUNING AJA ba’da mereka istirahat nih. Alhamdulillah... Allah masih sayang kami, jadinya bisa kelar semua prosesnya sebelum mereka istirahat.

Selepas buku kuning sudah ditangan pun, kami mampir sekalian untuk shalat zuhur di masjid sebelah KKP tersebut. Lagi-lagi aku dibuat kagum, ternyata masjid tersebut gak cuma bersih dan adem banget, tapi setiap hari di masjid tersebut selalu diadakan kajian layaknya pengajian setiap hari ba’da zuhur loh. Hari itu kajiannya adalah tentang “Peristiwa Munculnya Ya’juj dan Ma’juj sebagai salah Satu Tanda Hari Kiamat”. Selain ada kajian harian yang dipimpin langsung sama ustadz yang ditunjuk masjid tersebut, karpet untuk shalat dan mukena yang disediakannya wangi-wangi banget loh kayak abis di laundry (semoga tiap harinya memang seperti itu ya wanginya, jadi betah lama-lama sujud di masjid itu).

Sayangnya, bilik shalat untuk wanita kurang luas, jadinya saat itu kami melaksanakan shalat zuhur hampir dalam keadaan dempet-dempetan (semoga perjuangan kekhusyu’an di tengah dempet-dempetan kami, saat shalat zuhur disana Allah limpahkan pahala. Aamiin...). sebenernya sih gak bakalan agak riuh andaikata ibu-ibu yang banyak berdatangan di masjid sana, bisa bersikap antre dengan tertib saat menunggu giliran mengenakan mukenanya. Sayangnya, banyak masyarakat yang kurang aware untuk hal itu, jadilah agak riweuh saat menjalankan shalat disana. Bayangin aja guys, saat shalat, di belakang, di samping bahkan depan kalian pun ada orang yang sambil berdiri nunggu giliran buat make’ mukena masjid yang saat itu lagi kalian pake’ buat shalat, risih kan??? (saat itu, baik Mama dan aku, sama sekali gak kepikiran buat bawa mukena, karena kami pikir tidak akan sampai zuhur disana).

Dan... akupun pulang sekitar pukul 12.30 WIB dari area KKP sana. Oh ya, di KKP ini kalau kalian parkir kendaraan di lapangan bola sebelah kantor pos depan KKP bandara Soetta, kalian gak perlu bayar parkir loh alias GRATIS. Oke segitu dulu ya review perjalanan untuk vaksin meningitis di KKP Bandara Soetta. Doakan mudah, lancar, selamat, dan berkah untuk Mama dan Mas ku yang akan berangkat umroh pertengahan Februari 2017 ini yah guys. Aamiin... 😍


Semoga bermanfaat 😉 😊